Lurik Dilirik Karena Menarik

Lurik Dilirik Karena Menarik

Hello fellas, welcome back.
Kali ini aku ingin menuliskan artikel tentang lurik. Lurik berasal dari bahasa jawa “Lorek” yang berarti garis-garis yang melambangkan kesederhanaan. Lurik pada dulunya di gunakan untuk sebagai selendang dan di gunakan sebagai kemben(kain penutup dada wanita). Pada awalnya motif lurik putih dan keduanya di gabungkan ssebagai kebaya wanita atau sorban untuk pria. Awalnya lurik berasal dari pedesaan tanah jawa berkembang bersama budaya kemudian berkembang menjadi sandang berbagai kalangan termasuk Keraton. Namun jaman hampir meruntuhkannya sampai membuatnya gulung tikar. Tapi akhir akhir ini banyak perancang muda yang mebuat lurik semakit terangkat dan mendesain lurik dalam wajah baru, modern dan lebih modish. Di Jogja desainer lurik yang sangat terkenal adalah Lulu Lutfi Labibi. Semakin nama lurik terangkat maka maka juga berdampak pada indusri lurik dan para pengrajin. Lurik ini biasanya masih di kerjakan menggunakan alat tenun bukan mesin atau ATBM. Dan biasanya pengrajinnya di turunkan secara turun temurun. Pesanan lurik semakin banyak dan banyak memabawa berkah maka tak jarang industri kewalahan memenuhi permintaan pasar. Di Klaten sudah banyak industri lurik baik itu rumahan, ataupun pabrik yang berskala besar. Seperti Lurik Prasojo yang ada di Pedan, Klaten. Lurik ini mulai di kembangkan sejak tahun 1960an. Ada beberapa step atau proses yang dilakukan ketika membuat kain lurik

  1. Proses pewarnaan
    Proses memberi warna benang yang akan di tenun
  2. Proses pengelosan
    Proses memindahkan benang dari bentuk benang streng ke dalam bentuk kelos, dengan menggunakan alat pintal(erek)
  3. Proses pemaletan
    Proses memindahkan benang dari bentuk benang steng ke dalam kelenting sehingga menjadi benang dalam bentuk paletan
  4. Proses penyekiran atau penghanian
    Proses ini merupakan pekerjaan penggulungan benang dari bentuk kelos kedalam lambur(bom besar)
  5. Proses menenun
    Proses menggunakan alat tenun manual atau sering dikenal dengan alat tenun bukan mesin(ATBM) proses penyilangan benang pakan diantara benang lungsi, disesuaikan dengan pola atau desain yang diinginkan, hingga menjadi kain
  6. Proses finishing
    Proses penyempurnaan pada hasil produk, meliputi menghilangkan sambungan benang sampai mengolahnya menjadi produk siap pakai
Kain Lurik Yang Sudah Siap Di Pasarkan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat